Layang-layang Allah
“Tidak mungkin menjadi seseorang yang lain pada saat kita mulai berdoa, tapi dengan terus mengamati angan-angan, seseorang perlahan-lahan belajar membedakan nilai-nilai mereka. Dalam hidup kita sehari-hari, kadang kita memupuk angan-angan yang tidak dapat ditekan terlontar ke luar pada saat berdoa. Doa, sebaliknya akan mengubah dan memperkaya hidup kita sehari-hari, menjadi dasar dari suatu hubungan yang baru dan nyata dengan Allah dan dengan sekeliling kita” (Anthony dari Sourozh)
“Tidak mungkin menjadi seseorang yang lain pada saat kita mulai berdoa, tapi dengan terus mengamati angan-angan, seseorang perlahan-lahan belajar membedakan nilai-nilai mereka. Dalam hidup kita sehari-hari, kadang kita memupuk angan-angan yang tidak dapat ditekan terlontar ke luar pada saat berdoa. Doa, sebaliknya akan mengubah dan memperkaya hidup kita sehari-hari, menjadi dasar dari suatu hubungan yang baru dan nyata dengan Allah dan dengan sekeliling kita” (Anthony dari Sourozh)
Pernahkah Anda melihat layang-layang atau malah pernah memainkannya? Sebenarnya layang-layang terdiri dari beberapa elemen: benang, kertas berwarna, lidi. Dan layang-layang hanya bisa terbang oleh dan karena angin. Sebab tanpa angin sebuah layang-layang belum bisa dikatakan sebagai layang-layang. Ia baru merupakan sebuah model atau sesuatu yang serupa dengan layang-layang. Layang-layang yang sebenarnya adalah yang diterbangkan oleh angin atas bantuan seutas tali dan dikontrol oleh tangan manusia (yang memainkannya)
Dalam perjalanan hidup kita (saya khususnya), saya sering begitu yakin dengan kemampuan diri. Saya sangat membangga-banggakan diri bahwa saya bisa tanpa bantuan orang lain. Saya sering berprinsip: "kalau saya bisa dan mampu, mengapa harus merepotkan dan melibatkan orang lain". Saya kadang lupa diri sedang berada di mana dan di antara siapa. Saya kurang terbuka dengan sesama dan menganggap diri bisa. Karena bagi saya kepandaianku bukan diukur dengan nilai berapa/apa yang saya peroleh, tetapi bagaimana saya bisa menekuni sebuah proses pencarian (entah untuk menuju nilai itu atau menuju proses pengolahan setiap hal yang digeluti). Dengan ini saya sebenarnya menutup diri ke arah perkembangan. Saya cepat berpuas diri. "Untuk apa orang lain, wong saya sendiri saja bisa kok?"
Seperti layang-layang yang tidak bisa berbuat apa pun tanpa angin, saya pun demikian tidak bisa berbuat apa pun tanpa Tuhan. Dialah yang menggerakkan saya untuk hidup dan terbang dalam melakukan kehendakNya. Dialah yang menggerakkan saya untuk setia memuji dan memuliakanNya. Dialah yang menggerakkan saya untuk senantiasa menyadari diri sebagai orang yang tidak sempurna, lemah, berdosa, dan rapuh. Dialah yang senantiasa menggerakkan saya untuk selalu mengarahkan diriku padaNya, selalu dalam kebahagiaan dan kemalangan yang saya alami.
Kesadaran demikian hanya bisa diperoleh dalam doa. Dalam doa, saya bisa melihat diriku yang sombong, rapuh dan ragu-ragu. Diriku yang mau menang sendiri. Diriku yang sok kuat kuasa. Saya melihat diriku sebagai pribadi yang arogan, tidak saja terhadap diri sendiri tetapi kepada sesama dan terutama kepada Allah. Ya saya seorang yang congkak dan kurang rendah hati, curiga dan selalu dalam keadaan. Dalam doalah saya membangun kembali relasi yang dengan Allah yang terbutus akibat dosa. Dalam doa, saya sungguh menyadari diri dan mau bertobat atau berbalik kepada Allah. Memang...alangkah baiknya kita senantiasa melatih diri dan berkanjang dalam doa untuk bersatu dan bersama Tuhan.
Ya Tuhan...
Kadang aku kehilangan kendali dan harapan dalam hidupku.
Aku seakan terlepas darimu
seperti layang-layang yang putus talinya.
Kuatkanlah selalu pengharapanku,
bahwa dalam situasi dan kondisi apapun
Engkau senantiasa bersegera menolong aku.
“Ya Allah, bersegeralah menolong aku,
Tuhan perhatikanlah hambaMu ini.”
“Sungguh Dialah yang akan melepaskan engkau
dari jerat perangkap burung,
dari penyakit sampar yang busuk.
Dengan kepakNya Ia akan melindungi engkau,
di bawah sayapNya engkau akan berlindung,
kesetiaaNya ialah perisai dan pagar tembok.
(Mzm 91:3-4)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar