Jumat, 23 Mei 2008

HIDUP BUKAN SOAL SELERA

Hidup bukan soal SELERA
“Berdoa adalah mengarahkan seluruh diri kita kepada Allah, dan menetap di sana” (Anonim)
Fredo Benedict



Manusia diciptakan untuk memuji, menghormati serta mengabdi Allah, Tuhan kita dan dengan itu menyelamatkan jiwanya. Ciptaan lain di atas permukaan bumi diciptakan bagi manusia, untuk menolongnya dalam mengejar tujuan ia diciptakan. Karena itu manusia harus mempergunakannya, sejauh itu menolong untuk mencapai tujuan tadi, dan harus melepaskan diri dari ciptaan lain tersebut sejauh itu merintangi dirinya. Oleh karena itu, kita perlu mengambil sikap lepas bebas terhadap segala ciptaan tersebut, sejauh kita bebas memilih terhadapnya dan tidak ada larangan.

Maka dari itu dari pihak kita, kita tidak memilih kesehatan lebih daripada sakit, kekayaan lebih daripada kemiskinan kehormatan lebih daripada penghinaan hidup panjang lebih daripada hidup pendek. Begitu seterusnya mengenai hal-hal lain yang kita inginkan dan yang kita pilih ialah melulu apa yang lebih membawa ke tujuan kita diciptakan. (Ignasius Loyola)

Tuhan menciptakan semata-mata sebagai anugerah untuk kita. Kita sama sekali tidak memilih untuk diciptakan atau hidup...kita hanya berkewajiban menjalani hidup yang sudah dianugerahkan Allah pada kita. Maka kita wajib bertanggungjawab atas anugerah itu...tidak memilih sesuai selera, tetapi menjalani semuanya dengan penuh iman dan keterarahan seluruh diri menuju Ke Sana.



Ya Tuhan kadang aku begitu gelisah dengan hidupku.
Aku merasa banyak hal yang tidak sesuai dengan seleraku,
padahal, hidup ini bukan soal selera
tetapi anugerah terindah darimu
yang harus kusyukuri dan jalani
dengan penuh tanggungjawab.


"Janganlah gelisah hatimu;
percayalah kepada Allah,
percayalah juga kepada-Ku”
(Yoh 14:1)

“Berkat kasih setia-Mu yang besar,
aku akan masuk ke dalam rumah-Mu,
sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau.
TUHAN, tuntunlah aku dalam keadilan-Mu karena seteruku;
ratakanlah jalan-Mu di depanku” (Mzm 5:8-9)

Tidak ada komentar: