Indahnya Kehidupan
“Hati yang terbuka akan menjadi tempat berdiam Tuhan untuk membimbing dan menjadikan diri kita berani dalam menghadapi semua krisis kehidupan” (Alberto A. Djono Moi)
“Hati yang terbuka akan menjadi tempat berdiam Tuhan untuk membimbing dan menjadikan diri kita berani dalam menghadapi semua krisis kehidupan” (Alberto A. Djono Moi)
Irama hidup setiap hari, dari pagi hingga malam, menghantar kita pada lingkaran harapan, iman dan cinta. Hari terus berganti hari dan terus berlalu dengan pasti. Minggu berubah minggu tak terasa kian menuju bulan yang berganti bulan sehingga mendekati tahun berganti tahun. Tak terasa. Semuanya berlalu dengan pasti. Tak terasa kita juga berlalu bersama hari, minggu, bulan dan tahun yang kian membuat kita terpana akan arti sebuah kesabaran ketika sedang menjalani sebuah rutinitas. Ya sebuah rutinitas yang membawa kita untuk berlalu bersama siang dan malam yang saling berpapasan secara teratur, meski tak pernah bisa disatukan. Siapa yang bisa menyatukan siang dan malam? Keduanya berlalu pasti menjalankan tugasnya, tak pernah lelah apalagi bosan. Siang terus berganti malam, malam berganti siang, begitu seterusnya.
Dalam rutinitas yang demikian, kadang membuat kita kurang membuka mata dan hati untuk melihat “KEINDAHAN.” Dalam rutinitas yang demikian, seharusnya hati kita selalu terbuka untuk menerima dan terus menerima kehadiran Sang Keindahan. Dan karena sudah rutin, hati kita menjadi mengeras untuk terlatih dan terbiasa menerima sesuatu yang tidak rutin.
Ketika aneka bencana terus melanda bangsa ini, ada aneka reaksi positif dan negatif yang kita perlihatkan. Tapi apakah kita membuka hati untuk semakin membiarkan Tuhan berkarya dan membimbing kita untuk “mencapai” (=memahami) bimbinganNya? Alangkah indahnya, kalau hati kita selalu terbuka bagiNya, bukan saja menanti sesuatu secara rutin dan biasa-biasa saja.
Ya Tuhan...aku sering bosan dengan hal-hal yang rutin.
Aku merasa sudah kewajibanku untuk menjalaninya.
Aku merasa sudah kewajibanMu untuk memberiku hidup.
Aku sering kurang peka dan membiarkan kasihMu
menuntun setiap langkahku menuju padaMu.
“Biarlah semuanya memuji-muji Tuhan,
Sebab hanya namaNya saja yang tinggi luhur,
keagunganNya mengatasi bumi dan langit”
(Mzm 148:13)
“Takut akan Tuhan adalah didikan yang mendatang hikmat,
dan kerendahan hati mendahului kehormatan” (Ams 15:33)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar